Dont forget to share :D

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Masih ingatkah Anda dengan Dota 2 International Championship 2015 yang digelar Agustus kemarin? Kala itu tim eSports Amerika Serikat,...





Masih ingatkah Anda dengan Dota 2 International Championship 2015 yang digelar Agustus kemarin? Kala itu tim eSports Amerika Serikat, Evil Geniuses berhasil menumbangkan tim China, CDEC. Alhasil, Evil Geniuses berhasil memboyong hadiah USD 6,6 juta atau sekitar Rp 89 miliar.

Salah satu yang menarik perhatian dari lima anggota Evil Geniuses adalah personilnya yang bernama Sumail 'Suma1L' Hassan Syed yang baru menginjak 16 tahun. Di usianya yang terbilang masih muda, Sumail sudah menjadi jutawan.

Meski paling muda di antara rekan-rekannya di Evil Geniuses, Sumail nyatanya memegang peranan penting dalam permainan tim. Gaya permainan yang cepat dan menusuk membuat Sumail tak terkalahkan.

Dengan bakat dan skill mumpuni seperti itu, tak heran Sumail berkali-kali mampu membawa Evil Genuises dalam sejumlah kemenangan di beberapa kejuaraan dan meraih hadiah jutaan dolar.

Namun, ada harga ada usaha. Anda mungkin tak mengira jika bocah asal Pakistan itu sudah bermain game besutan Steam itu sejak umur tujuh tahun. Umur mungkin dimana bocah seusianya bermain di halaman bersama teman-teman, tapi Sumail lebih sering menghabiskan waktu bermain Dota di dalam rumahnya.


Dari Pakistan ke Amerika

Sumail memang bukan bocah asli Amerika, tempat dimana tim Evil Geniuses berdiri. Sumail baru saja pindah dari kota Karachi, Pakistan ke Negeri Paman Sam pada musim semi 2014 lalu.

Bersama keluarganya, Sumail tinggal di apartemen di daerah Rosemont, sebuah wilayah pinggiran kota Chicago. Apartemen yang dihuni pun tidak megah. Bersama orang tua dan lima anggota keluarga lainnya, Sumail harus puas menempati apartemen yang terdiri dari tiga kamar tidur tersebut.

Mengerti keadaan orangtuanya yang pas-pasan, Sumail mencoba untuk membantu perekonomian keluarganya. Di usianya yang masih muda, yang bisa dilakukan hanyalah bermain game. Melalui channel streaming tempat ia bermain game, Sumail mampu meraup uang USD 1.000.

Kelihaiannya dalam memainkan game MOBA (Multiplayer Online Battle-Arena) membuat Sumail masuk ke dalam jajaran pemain dalam liga in-house gaming Amerika Utara. Sumail tampaknya tidak sadar, bahwa prestasinya itu dilirik oleh Charlie Yang, Manager Evil Geniuses.

Pria berusia 26 tahun yang mantan seorang gamer Dota 2 ini lantas rela terbang dari San Francisco ke Chicago hanya untuk menyambangi Sumail. Setibanya di apartemen Sumail, Yang disambut hangat oleh sang ibunda, Huma, sang bibi, dan Sumail sendiri.

Tanpa berlama-lama, Yang menjelaskan maksud kedatangannya. Yang ingin agar Sumail bergabung dengan Evil Geniuses. Bila tertarik untuk bergabung, Sumail akan memperoleh gaji per bulan USD 4.000 atau sekitar Rp 50 juta.

Di luar itu, Sumail juga akan mendapatkan uang bayaran yang lebih besar jika memenangkan turnamen. Yang juga menjelaskan sistem pembayaran secara transparan, dimana setelah dipotong 10% untuk pemilik tim, sisa uang turnamen akan dibagi rata untuk lima orang personil Evil Geniuses.

Di luar ekspektasi, sang ibunda menyetujui permintaan Yang untuk bergabung, asalkan Sumail tetap melanjutkan sekolahnya. "Dia (ibu Sumail-red.) sangat cemas. Tapi sulit untuk menolak kesempatan emas yang diberikan pada anaknya," ucap Yang.

Benar saja, keberadaan Sumail dalam tim bisa dibilang membawa hoki. Baru saja bergabung, Evil Geniuses berhasil berdiri di atas podium dengan mengangkat piala juara dalam kejuaraan Dota 2 Asian Championships di Shanghai, China, dengan total hadiah USD 1,2 juta.

Kala itu, aksi Sumail memang terbilang sangat menolong Evil Geniuses dalam meraih juara. Bagaimana tidak? Dalam pertandingan final melawan Vici Gaming dari China, Sumail sukses membantai empat musuh dalam sekali serangan sekaligus. Sontak, suasana di dalam stadion menjadi riuh. Semua bersorak atas aksi Sumail.

Kini, di usianya yang menginjak 16 tahun, Sumail telah menjelma menjadi remaja kaya baru. Dari yang semula hanya memperoleh bayaran USD 4.000 per bulan, kini Sumail bisa meraup USD 200.000 per bulan hanya dari ngegame.

sumber : http://inet.detik.com/

Dalam hal ini saya akan mencoba membandingkan 2 game kontroversial dan yang sangat diminati saat ini, yap DOTA 2 dan League of Legends ...



Dalam hal ini saya akan mencoba membandingkan 2 game kontroversial dan yang sangat diminati saat ini,
yap DOTA 2 dan League of Legends

berikut reviewnya :


Perbandingan :

1. Spesifikasi

Dota 2 minimum requirements :

CPU Speed : Dual core from Intel or AMD at 2.8 GHz
RAM : 4 GB
OS : Windows 7
Video Card : NVidia GeForce 8600/9600GT, ATI/AMD Radeon HD2600/3600
Sound Card : Yes
Free Disk Space : 8 GB

League Of Legends minimum requirements :

CPU Speed : 2 GHz processor
RAM : 1 GB RAM (Windows Vista and 7 users will want 2 GB of RAM or more)
OS : Windows XP SP2, Windows Vista SP1, or Windows 7
Video Card : DirectX 9.0 capable video card support Shader 2.0
Free Disk Space : 8 GB


2. Grafik
LoL:
Memiliki visual yang cenderung biasa jika dibandingkan dengan DotA 2. Tidak ada kesan spesial saat pertama kali dilihat maupun setelah dilihat berkali-kali, tetap biasa. Namun, kualitas grafik LoL masih dalam kelas standar.

DotA 2 :
Produksi Valve lebih unggul dalam segi grafiknya, selain itu efek partikel yang cukup bagus. Kualitas gambar pad DotA 2 ini sangat jauh berbeda dengan versi pertamanya yaitu DotA pada game Warcraft III. Setiap hero memiliki tampilan 3D dan animasi yang sangat menarik.

3. Gameplay
LoL:
Permainan awal pada LoL terkesan lebih membosankan bagi pemain yang belum pernah bermain LoL karena tidak adanya deny. Namun, dengan tidak adanya deny, ternyata permainan dapat lebih fokus kepada membunuh creep dan trading blow (bertukar pukulan antar champion). Dengan ini, player tidak perlu kuatir akan ketinggalan level oleh deny.

DotA 2 :
Permainan pada DotA 2 lebih mengandalkan kemampuan dari pemain dan juga heroes yang dipakai. Di game ini, kemampuan last hit (membunuh creep untuk mendapat uang) dan deny (menggagalkan musuh mendapat gold dan experience) sangat berpengaruh saat fase awal permainan. Adanya deny, pemain memperoleh tingkat level dan skill yang lebih tinggi dari sebelumnya, yang akan membantu dalam memenangkan game ini.






4. Keragaman Karakter
Di sinilah kelebihan DotA 2. DotA 2 memiliki jumlah karakter/heroes yang lebih sedikit dari LoL, tapi DotA 2 benar-benar memberikan lebih banyak pilihan. Setiap heroes dalam DotA 2 sangat spesifik dalam hal tertentu dan kelemahan pada hal lainnya dan masing-masing heroes memiliki gaya bermain yang sangat unik. LoL juga bagus, tapi banyak dari champion LoL merasa sedikit lebih generik (hampir sama) dibandingkan dengan spesialisasi karakter dari hero DotA 2 (berdasarkan dari skill dan gameplay)

5. Kompetisi
Jika anda adalah Gamer Profesional atau ingin menjadi profesional gamers, yang harus anda perhatikan adalah manakah game yang mempunyai lebih banyak pemain / peminatnya ?
Dengan banyak pemain, game online akan lebih cenderung lebih banyak kompetisi yang diadakan untuk game tersebut.
Untuk skala dunia, DotA 2 lebih menjanjikan dalam DotA 2 International, hadiah utama yang ditawarkan sangatlah fantastis. Dari tawaran itu anda dapat berambisi untuk menjadi salah satu dari tim yang berkompetisi di sana.
Untuk skala nasional, saya merasa Dota 2 untuk saat ini masih lebih banyak player / pemain nya karena sejarah dari DotA sendiri.

Namun, saya juga merasa pemain LoL akan terus bertambah seiring dengan waktu dan berkembangnya LoL terutama di Asia. Penyelenggara LoL Indonesia sendiri adalah Garena yang akan lebih fokus pada skala nasional. Beberapa kompetisi LoL dapat anda cari sendiri pada website LoL Indonesia di sini, yang terbesar saat ini adalah LoL Garuda Series yang memberi kesempatan satu tim perwakilan Indonesia untuk maju ke level Asia Tenggara.

sumber : http://www.gameboth.net/

Dengan persaingan antar developer yang sangat ketat, ada saja game baru yang dirilis setiap harinya. Tentu saja hal ini membuat para gam...


Dengan persaingan antar developer yang sangat ketat, ada saja game baru yang dirilis setiap harinya. Tentu saja hal ini membuat para gamer juga harus semakin melengkapi koleksi gamenya. Selain itu, untuk sebuah game biasanya tidak hanya bisa dimainkan pada perangkat tertentu, melainkan bisa dimainkan oleh beberapa perangkat. Saat ini perangkat yang menjadi opsi terbaik adalah PlayStation 4, Xbox One dan PC Gaming dengan perangkat keras mendukung tentunya.
Nah, yang membuat galau para gamer adalah mana dari ketiga perangkat tersebut yang mampu menghadirkan kualitas game maksimal mulai dari segi gambar, fitur dan berbagai elemen lain? Anda mungkin tidak bisa membedakan ketiganya karena mungkin semua menghadirkan sensasi game yang menarik. Namun jika diperhatikan antara PC gaming vs Konsol ternyata ada beberapa perbedaan dan masing-masing memiliki keunggulan. Apa saja keunggulan tersebut? Mari simak ulasan selengkapnya dibawah ini:


Mengadu Tampilan Visual Grafis
Bagi Anda yang sudah membeli konsol PlayStation 4 atau Xbox One mungkin akan menyesal setelah mengetahui bahwa tampilan visual grafis dari PC Gaming. Dengan spesifikasi yang tinggi dipastikan bahwa visual dari PC akan lebih unggul dibandingkan konsol, sebagai contoh adalah PC yang menggunakan VGA NVIDIA GeForce GTX 1080. Selain karena masalah spesifikasi, dengan besarnya daya yang tersedia untuk PC membuatnya lebih unggul.
Sedangkan untuk konsol game umumnya hanya diberi jatah power supply 200 sampai 300 watt sehingga dipastikan tidak akan mampu menyamai PC yang bisa mencapai 1.000 watt. Di beberapa blog yang melakukan review membuktikan bahwa PC High End memiliki perbedaan cukup signifikan dibandingkan PS4 khususnya saat mengetes game yang memanfaatkan Unreal Engine 4. PC gaming ternyata mampu menampilkan partikel kecil seperti asap serta percikan api dengan lebih alami mengingat ketersediaan dukungan efek PhysX pada VGA berkualitas tinggi.

Ketersediaan Game
Mengenai ketersediaan game berkualitas mungkin pengguna konsol akan lebih leluasa. Anda bisa melihat sendiri dalam daftar game-game bagus yang dirilis, developer mengutamakan perangkat konsol lebih dahulu. Terkadang sebuah game sampai tidak akan tersedia untuk PC atau butuh waktu lama untuk menunggu tersedia untuk PC.
Sebagai contoh adalah Grand Theft Auto: 5 awalnya hanya tersedia untuk konsol PS 4 dan Xbox One, kemudian baru dirilis untuk PC Windows beberapa bulan setelahnya. Entah mengapa kebanyakan developer lebih mengutamakan konsol dibandingkan PC. Namun jangan salah pula, karena lebih banyak game yang tidak dapat dimainkan pada konsol karena hanya untuk PC.

Kontroler Lebih Variatif Dari PC
Jika mengadu kontroler giliran perangkat PC yang mungkin lebih unggul. Ini mengingat konsol tertentu memiliki perangkat kontroler yang tetap dan tidak dapat tergantikan. Tentu dianggap tidak ada variasi dan bisa saja akan terasa membosankan. Bandingkan dengan PC gaming yang membuat penggunanya bebas untuk memilih mana kontroler yang ingin dimainkan. Utamanya adalah keyboard dan mouse, namun jika Anda bosan menggunakan kontroler standar tersebut Anda dapat gunakan alat kontroler seperti Gamepad, joystik atau bisa menggunakan racing wheel untuk  game balap.

PC Dapat Memainkan Game Lama
Meski namanya PlayStation 4, kenyataannya konsol ini tidak dapat memainkan game PlayStation 1. Berbeda dengan perangkat PC yang bisa memainkan game lama dari playStation 1, Xbox Arcade maupun NES menggunakan emulator maupun langsung dimainkan secara direct. Jadi dengan PC Anda tidak melulu untuk memainkan game baru, namun bisa bernostalgia dengan game lama.

Perangkat Keras PC Bisa di-Upgrade
Apabila Anda punya PC dengan spesifikasi rendah, jangan minder karena bisa dirombak dengan membeli komponen hardware baru yang mendukung untuk memainkan game berat. Berbeda dengan konsol game yang diciptakan secara ‘fixed’, seperti Xbox One yang akan tetap menjadi Xbox One tanpa bisa diupgrade spesifikasinya.

PC Lebih Multifungsi
Inilah keunggulan perangkat PC yang paling utama, yakni kegunaan yang lebih atau multifungsi. Selain bermain game, tentunya PC bisa dimanfaatkan sebagai alat kerja, browsing, bisnis online, bermedia sosial atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan desain grafis. Jadi Anda tidak melulu bermain game saja melainkan bisa melakukan kegiatan lain yang berguna.
Jadi dengan perbandingan diatas, mungkin Anda bisa menentukan mana yang akan dibeli. Konsol game atau PC gaming?

sumber : tulisbaca.com



Pasar android di Indonesia saat ini sangat ramai, hal ini bisa di lihat dari semakin banyaknya produsen smartphone dunia yang memasark...





Pasar android di Indonesia saat ini sangat ramai, hal ini bisa di lihat dari semakin banyaknya produsen smartphone dunia yang memasarkan smartphone atau produknya di Indonesia. Hal ini tentun menjadi peluang yang sangat bagus bagi orang yang ingin membuka lahan penghasilan dari dunia android.

Saat ini banyak developer game terutama para developer game Indonesia yang berfokus untuk platform android membuat game yang tentunya sangat original atau asli buatan Indonesia. Hal ini tentunya membuat pasar game android di google play store semakin ramai saja. Berikut adalah game buatan anak bangsa yang sangat populer di play store :





1. Inheritage: Boundary of Existence


Inheritage merupakan game shoot-em-up yang menampilkan visual imut serta tambahan efek-efek yang memanjakan anda. Nala yang menjadi tokoh utama pada game buatan Indonesia ini berugas melindungi Kota Bandung dari serangan para Yaksa. Anda bertugas untuk menghindari serangan musuh yang membabi buta.


2. Onet


Aplikasi permainan buatan Indonesia yang pertama adalah Onet. Game asah otak ini akan menyuruh anda untuk mencocokkan gambar Pokemon satu sama lain. Pemain harus menghilangkan seluruh gambar yang tersedia dengan mencocokkan dua gambar. Anda dapat menikmati game unik ini secara gratis di Play Store.


3. Trigger Knight


Trigger Knight adalah game mini survival RPG. Dalam game ini, Anda akan bermain sebagai raja yang berlari secara konstan dan melawan musuh apa saja yang ditemui ketika Anda sedang mengumpulkan senjata, baju zirah, itempenyembuh, dan emas.


4. Cute Kill


Jika Anda ingin membunuh zombie dengan nuansa baru, silakan mencoba Cute Kill. Dalam game ini, Anda akan bermain sebagai seorang bayi yang menembaki zombie. Cerita bermula ketika ibu dari bayi tersebut diculik, dan Anda akan berperan sebagai bayi-sekaligus saudara perempuannya, yang harus berlari secepat mungkin menuju pulau rahasia untuk menyelamatkan sang ibu.


5. Teka Teki Silang



Salah satu permainan yang sudah ada dari dulu, namun developer aplikasi ini menyajikan game Teka Teki Silang yang dapat dimainkan pada gadget Android anda. Game android asah otak buatan Indonesia dapat anda coba untuk mengisi waktu luang.


6. Run Princess Run


Jika Anda lelah menyelamatkan tuan putri, maka lebih baik Anda berperan sebagai seorang putri dan selamatkan diri Anda sendiri. Run Princess Run adalah game seperti itu. Ditemani oleh ibu peri baik hati yang sanggup mengendalikan bumi untuk membuka jalan di bawah petunjuk Anda, Anda berada di dalam misi tak berujung untuk melarikan diri dari penyihir jahat.


7. Legend of Majumaru


Nikmati melempar kunai dan menebas lawan ninja Anda untuk menyelamatkan seorang putri. Legend of Majumaruadalah game arcade action sederhana, dimana Anda akan bermain sebagai Majumaru. Anda juga dapat memilih untuk bermain di dalam mode cerita atau mode bonus.


8. Panjat Pinang


Orang Indonesia pasti mengetahui permainan Panjat Pinang yang bisa diadakan saat hari kemerdekaan Indonesia. Kali ini Amikom Game Dev yang menjadi salah satu developer aplikasi android lokal menyuguhkan permainan tradisional Indonesia ini agar dapat dimainkan pada gadget android.


9. Ular Tangga


Siapa yang tak kenal dengan permainan Ular Tangga, game tradisional ini sudah bisa dinikmati pada smartphone Android. Game asli buatan Indonesia untuk Android ini dapat anda mainkan bersama teman-teman menggunakan koneksi bluetooth.
Apabila anda bosan dengan tampilan ular tangga yang klasik, anda dapat memiliki tampilan lebih modern seperti tema luar angkasa. Apabila tertarik dengan game android unik ini, bisa di download gratis pada Play Store.


10. Shuriken Strike: Ninja Master



Di game ini Anda akan bermain sebagai seorang ninja yang tampaknya sangat membenci buah. Ia akan melemparkan shuriken ke berbagai buah yang muncul, baik dengan lemparan umum maupun lemparan yang menggunakan kemampuan ninjutsunya. Game ini memiliki 87 misi yang bisa Anda selesaikan.


11. Infinite Sky


Mulai bosan dengan game Temple Run pada Android? Anda dapat memainkan game Infinite Sky. Game buatan Indonesia ini akan membuat anda menjadi pilot pesawat terbang dan menembaki pesawat lainnya. Game ini nampak seperti permainan arcade klasik Aircraft Shotting yang pernah ada di PlayStation.


12. An Octave Higher


Buat Anda yang merupakan penggemar game visual novel, maka game besutan developer Kidalang ini patut Anda coba. Anda akan dibawa ke masa revolusi industri sihir, dimana terdapat kelas-kelas masyarakat yang digolongkan berdasarkan akses yang mereka miliki terhadap sihir. Game An Octave Higher memiliki jalan cerita yang bagus yang tak kalah dengan game serupa buatan developer luar negeri.


13. Tahu Bulat



Memang konsep permainannya sederhana, namun game ini sukses menjadi viral dan bahkan sempat menjadi top downloaded di Google Play Store pada pertengahan tahun 2016, mengalahkan Clash Royale dan Calsh of Clans. Ia merupakan game clicker dengan jalan cerita cukup menarik, dimana Anda akan merintis usaha berjualan tahu bulat. Tingkatkan penjualan tahu bulat Anda dan terus upgrade lapak berjualan Anda.


sumber :


http://www.teknonetwork.com/





Seorang gamers biasanya punya selera tersendiri ketika bermain game. Begitu juga pilihan game sepak bola yang dikuasai oleh dua nama gam...


Seorang gamers biasanya punya selera tersendiri ketika bermain game. Begitu juga pilihan game sepak bola yang dikuasai oleh dua nama game besar, PES dan FIFA. Kedua game ini sama-sama memberikan game sepak bola yang seru. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Langsung aja deh daripada terlalu lama, simak ulasannya berikut ini.

1. PES Punya Grafis yang Lebih Baik
PES yang dulunya bernama Winning Eleven ini punya grafis yang lebih bagus dan realistis daripada FIFA. Penampilan grafis di PES sangat mulus. Tampilan kulit dan rambut benar-benar menyerupai aslinya. Bisa kita bandingkan dari karakter Neymar. Bila dibandingkan dengan Neymar yang asli, gambar yang dibuat oleh PES justru yang mendekati nyata.
Berbanding terbalik dengan FIFA. Meskipun gerakan di FIFA lebih smooth, namun grafis yang diberikan tidak terlalu bagus bila dibandingkan dengan PES. FIFA cenderung menonjolkan gameplay mereka ketimbang grafis.

2. Lisensi FIFA lebih Lengkap
Bila berbicara mengenai lisensi, udah pasti yang menang FIFA sih Loopers. Pasalnya, EA sebagai pengembang sudah mengantongi izin langsung dari FIFA. Jumlah stadion yang dimasukkan dalam FIFA juga lebih banyak ketimbang PES. Selain itu, nama klub muncul sebagai nama asli mereka. Jadi, kamu bisa dengan mudah menemukan klub kesayangan kamu di FIFA.
Berbeda dengan PES. Game buatan KONAMI ini tidak memiliki lisensi resmi dari FIFA. Alhasil, ada banyak klub dan liga yang tidak tercantum dalam PES. Selain itu, banyak nama klub yang berbeda dengan nama aslinya. Liverpool misalnya, muncul dengan nama Merseyside Red, atau Chelsea dengan nama West London Blue.

3. Gameplay PES lebih mudah
PES memiliki gameplay yang sangat mudah bila dibandingkan dengan FIFA. AI pada PES sangat cermat dan mampu mendeteksi gerak bola dengan baik dan benar. Dalam mode top player sekalipun, kamu bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. Tidak perlu effort lebih.
Berbeda dengan FIFA yang memiliki gameplay yang lebih susah ketimbang PES. Bila kamu bermain dengan mode tengah-tengah sekalipun, belum tentu kamu bisa menang. Namun, keunggulan gameplay FIFA terletak pada saat tendangan bebas. Pasalnya, kamu bisa mengarahkan kiper semau kamu dan tendangannya bisa kamu atur secara akurat selama tendangan terukur.

3. FIFA bangga dengan komentatornya
Masalah komentator, FIFA jagonya. Kalo kamu pernah dengar suara Alan Smith, berarti kamu FIFA mania. Komentator di FIFA bisa mendeteksi pertandingan sebelumnya. Misalnya nih, kamu menang lawan klub A, di pertandingan setelahnya, kemenangan kamu akan dibahas kembali.
PES nampaknya harus legawa dengan keputusan ini. Pasalnya, komentator PES bisa dibilang sangat kurang. Lebih lagi, PES bahkan terkesan kurang niat untuk urusan komentator. Meski demikian, komentator berbahasa Jepang milik PES bikin kamu semangat untuk main lagi.
Gimana ? Kamu termasuk di kubu mana nih? PES atau FIFA?  Dimanapun kubu kamu, PES dan FIFA sama-sama game yang sempurna untuk mendekatkan diri dengan teman-teman. Pasalnya, kedua game ini bisa dimainkan oleh banyak orang. Jadi, makin rame, makin seru!


Belakangan ini, banyak riset yang menunjukkan adanya dampak negatif  bermain game khususnya pada anak-anak, baik itu di komputer, konsol...


Belakangan ini, banyak riset yang menunjukkan adanya dampak negatif  bermain game khususnya pada anak-anak, baik itu di komputer, konsol atau pun berbagai perangkat gadget. Hal ini sudah tentu membuat banyak orang tua menjadi khawatir dan was-was. Tapi anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, dengan pengaturan waktu bermain serta pengawasan yang tepat, ada sejumlah keuntungan yang justru akan didapat anak Anda dari bermain video game.  Berikut adalah 10 manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas bermain video games :

1. Aktivitas Fisik

Ada banyak video game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas fisik. Apakah itu menari atau bermain gitar. Di sinilah dibutuhkan kecerdikan orang tua untuk memiliki jenis gameuntuk anak-anak mereka, yang dapat memaksa mereka (anak-anak) untuk bergerak ketimbang harus duduk di sofa sepanjang hari.

2. Kebugaran dan Gizi

Banyak game yang menggabungkan unsur kebugaran, gizi dan hidup sehat sebagai tujuan utama permainan. Bahkan tidak sedikit  game yang menyajikan tujuan utama permainan mereka pada kebugaran fisik, yang bertujuan mendorong para pemain untuk menurunkan berat badan untuk mempertahankan gaya hidup sehat.

3. Koordinasi mata dan tangan

Bermain video game sebenarnya dapat meningkatkan ketangkasan anak Anda, yang sangat berguna untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sebenarnya banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, tetapi hal itu kurang menarik keinginan anak-anak untuk mencobanya.

4. Keterampilan sosial

Kurangnya keterampilan sosial dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara teratur dapat merusak perkembangan anak dan bahkan menyebabkan depresi. Anak-anak yang pemalu dan kurang percaya diri ketika bersosialisasi dengan teman mereka mungkin akan lebih mudah membuka diri saat bermain video game. Dengan bermain game online, anak-anak dapat berinteraksi dengan banyak orang, bahkan orang yang tidak mereka kenal.

5. Peningkatan kemampuan belajar

Kompleksitas games memberikan anak Anda kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kognitif seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Video game telah berkembang ke titik di mana penggunanya harus mengambil kendali dan berpikir sendiri. Bahkan banyak permainan yang mendorong anak untuk menjadi sabar dan kreativ dalam memecahkan sebuah teka-teki sebelum mereka dapat maju ke tahap berikutnya.

6. Sportivitas dan adil

Sportivitas dan adil (fair play) adalah nilai-nilai yang umum dikembangkan dalam olahraga dan organisasi. Game secara tidak langsung menawarkan Anak Anda nilai-nilai ini, terutama saat bersaing satu sama lain.

7. Mengurangi stres

Stres tidak hanya dialami oleh orang tua tetapi juga anak-anak. Beberapa orang tua terkadang menaruh harapan dan tuntutan yang sebenarnya anak-anak mereka tidak suka, misalnya terkait hobi dan belajar. Bermain gamedapat menjadi jalan keluar bagi anak Anda lepas dari tekanan untuk mengurangi tingkat stres.

8. Kerja tim

Kerjasama dan kebutuhan untuk membangun team work kuat pengaruhnya saat anak bermain video game. Beberapa game online misalnya, yang membutuhkan sebuah kerjasama tim untuk mencapai kemenangan.

9. Mengatasi rasa sakit

Bermain video game bisa menjadi sarana untuk mengatasi rasa sakit fisik atau emosional,  misalnya, pada orang yang sedang menderita suatu penyakit di mana hanya dapat melakukan aktivitas di kamar tidur.

10. Membuat orang senang

Salah satu efek terbesar dari bermain game adalah membuat orang bahagia. Namun, sangat penting untuk membatasi waktu bermain game, karena ada kemungkinan bahwa alat ini membuat Anda menjadi kecanduan. Biarkan anak-anak Anda untuk bermain game sesering mungkin, tapi jangan lupa mengingatkan mereka untuk berhenti. Pastikan pula anak Anda tetap melakukan aktivitas di lingkungan sosial.

sumber : kompas.com